Langsung ke konten utama

Spasi


Photo taken from Tumblr.

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

Bukankah kita baru bergerak jika ada jarak? Dan saling menyanyang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.

Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang. Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.



Anything as beautiful engraved letters, could it mean if there is no gap? Can he understand if there is no space?

Did not we just move if there is a gap? And dearest to one another if there is space? Compassion will bring two people getting close, but he did not want to strangle, so stretching the rope.

Breath will be relieved with a pair of lungs that is not shared. Blood flowing to the heart that is not used twice. The soul is not cleaved, but met with another soul that direction.

So do not disable me in the name of love. Come wander with the meeting but did not bandaged. Let each stem when not want to trip.

Take my hand, but not too tight, because I wanted to concomitant and not herded.

1998

Dee.2006. Filosofi Kopi. Jakarta : Gagasmedia

Komentar