Langsung ke konten utama

Blur



Image taken from facepunch.com

"Di titik terjauh, kau selalu menjelma bayang-bayang yang redup lalu terang.  Tiba-tiba muncul, dan lekas menghilang. Bayanganmu itu, selalu membekas di retinaku."

23. 00 WIB di tempatmu

Malam memuram. Gurat wajahmu masih menyimpan sejuta tanda tanya. Setiap malam adalah keterasingan.  Di sini. Ingin kuteriakkan padamu tentang keraguan itu. Kau menyimpannya, di setiap bangun dan lelap harapanmu, di situlah aku ada. Saat sedu sedan, selalu berjalan berdampingan. Kamu di mana?

24.00 WIB di tempatmu

Blur. Kita menyeka jendela kaca itu rapat-rapat. Gerak tanganmu mungkin masih seperti dulu. Pelan, mataku mengabur. Minus ini semakin meredupkanku. Entah. Mungkin untuk ke sekian kalinya, bayang-bayang itu. Selalu menemuiku. Di titik terjauh, kau selalu menjelma bayang-bayang yang redup lalu terang.  Tiba-tiba muncul, dan lekas menghilang. Bayanganmu itu, selalu membekas di retinaku. Di titik terdekat, aku menemukan segaris – mungkin siluet – kelabu. Tempat di mana kamu meletakkan warna itu, di kanvas-kanvas tak bernama. Di lukisan-lukisan yang kau buat dengan penuh jerih payah. Malam selalu membenam. Selalu memberikanmu nafas baru. Di sana kita selalu dipertemukan, dengan kemungkinan-kemungkinan yang menjadi akhir atau takdir. Lagi, retinaku menangkap cahaya itu. Di dinding yang membuat kita menjadi beku. Serupa garis lurus kembali di hadapanku.

 01.00 WIB di tempatmu

Tak lagi harus kudengar suaramu menghitung berapa bintang di langit. Tak perlu. Usah juga kau beri aku seribu dongeng romantis – cerita yang membuatmu selalu percaya pada kemustahilan — tidak. Aku hanya ingin semua terjadi apa adanya. Tanpa rekayasa. Tak harus kita menjadi Romeo dan Juliet, sebab aku tak ingin disamakan. Aku hanya ingin tegap berdiri, menatap hari-hari itu. Dengan warna baru. Dengan kanvas yang selalu kulukis dengan warna kesederhanaan. Biarkan, kita lukis wajah-wajah kegelisahan, tentang orang-orang yang selalu bernasib malang di sekitar kita. Tiba-tiba aku ingin menjadi peluru. Peluru tempat di mana aku bisa selalu bersarang di hati yang tepat. Lalu aku akan tepat jatuh di situ. Menjelma keabadiaan.  Kamu di mana?
Lalu kelabu. Lalu bayang-bayang. Mengabur dari mataku.
Blur…

Bogor, 20-12, 2012 21:29 PM

"At the farthest point, you're always transformed the dim shadows and light. Suddenly appeared and quickly disappeared. Shadow that always made ​​an impression on my retina. "

23. 00 pm  at your place

Evening darkened. Streaks face still save a million question marks. Every night is alienation. Right here. I wanted to shout to you about doubt. You keep it, at every waking and deep hope, that's where I am. When the sniffles, always go together. You in?

24.00 pm at your place

Blurred. We wiped the glass window was shut. Motion may still like the old hands. Slowly, my eyes blurred. Minus me is getting dim. I do not know. Perhaps for the umpteen time, parrot-shadow it. Always meet. At the farthest point, you're always transformed the dim shadows and light. Suddenly appeared and quickly disappeared. Shadow was, I always made an impression on the retina. At the nearest point, I found the line - maybe a silhouette - gray. The place where you put the color on canvases nameless. In the paintings you made with full effort. Night always sink. Always give a new breath. There we always met, with possibilities to end or destiny. Again, my retina that capture light. On the wall that makes us freeze. Similar to a straight line in front of me again.

1:00 pm at your place

No longer must I hear your voices count how many stars in the sky. No need to. You also have to give me a thousand romantic fairy tale - a story that makes you always believe in absurdities - no. I want all happened hany is. Without engineering. Should not we be Romeo and Juliet, because I do not want to be equated. I just wanted to stand upright, staring at those days. With the new color. With a canvas that I painted with the colors always simplicity. Let, we painted faces anxiety about those unfortunate people who are always around us. Suddenly I wanted to be a bullet. Bullets place where I can always nested in the heart proper. Then I would fall right there. Incarnate eternity. You in?
Then gray. Then the shadows. Fades from my eyes.
Blurred ...

Bogor, 20-12, 2012 21:29 PM

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Investasi ala Warren Buffet

     Ilustrasi: Pexels  Belasan siswa SMA di Omaha, Nebraska duduk tertegun di ruang kelas mendengarkan Warren Buffet bertutur soal rahasianya menjadi miliuner dunia dari trading saham. Dialog Warren Buffet dan belasan siswa itu berlangsung santai dan kadang jenaka, sebagaimana digambarkan dalam film dokumenter Becoming Warren Buffet besutan sutradara Peter Kunhardt. "Never depend on single income, make investment to create a second source ," kalimat ini yang selalu didengungkan Buffet. Bahwa, investasi memang diharuskan, agar kita tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan. Tentu, kita tidak harus seperti Buffet, yang mendirikan Berkshire Hathaway dan menjadi orang kaya sedunia versi Forbes dengan kekayaan menembus US$84 miliar atau sekitar Rp1.176 triliun (asumsi dolar AS Rp14.000). Tapi pesan pentingnya adalah bagaimana memulai investasi sedini mungkin, utamanya bagi generasi milenial (lahir tahun 1980-2000, usia saat ini 19-39 tahun). ...

Jangan Berhenti untuk Berbagi

Memberikan pemaparan "Mengenal Jurnalistik Dasar" pada kegiatan MuDA Berbagi     LANGIT Jakarta terlihat cerah, di tengah lengang lalu lalang kendaraan di akhir pekan, sekelompok anak Muda, “Kompas MuDA” pada Sabtu, (26/10) mengadakan kegiatan bertajuk “Kompas MuDA Movement”   #SumpahMuDA bertempat di SMPN 1 Terbuka Diponegoro, yang bertempat di   Jalan Riau, Kampung Pasar   Kelurahan Jombang, Ciputat.   Belajar Jurnalistik dan Berwirausaha ala “MuDA” Banyak cara yang bisa dilakukan dalam memperingati Sumpah Pemuda, di antaranya adalah melalui MuDA Berbagi ini.  Sebanyak 40 peserta didik yang terdiri dari kelas 7 sampai kelas 9 tersebut, sangat antusias mengikuti acara #SumpahMuDA. Acara dibuka secara resmi ketika sambutan dari Kepala Sekolah SMPN 1 Diponegoro,   Adin Mustika dan perwakilan dari Marketing Communications Kompas, Bapak Novi. “Hari ini, kalian akan belajar di luar hari-hari seperti biasa. Mendapatkan k...

Sektor New Economy, Sumber Baru Penopang Pasar Modal RI

      Ilustrasi: E-commerce akan menjadi penopang bursa saham domestik ke depan (Pexels).  Saham-saham di sektor ekonomi baru ( new economy ), diyakini akan menjadi penopang utama pasar modal pada tahun mendatang dan menggantikan saham   old economy. Apalagi, masa pandemi Covid-19 yang berimbas pada seluruh bisnis akibat pembatasan aktivitas masyarakat kian mempercepat bertumbuhnya sektor ekonomi baru seperti teknologi dan  e-commerce. Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir, menilai, sektor ekonomi baru mengalami perubahan lima tahun lebih cepat dari yang seharusnya. "Yang menarik dari sisi sektor teknologi berkembang sangat cepat, bagaimana teknologi membuat individu, masyarakat menjadi lebih produktif dan beradaptasi," kata Pandu dalam diskusi bertajuk Investment Trends for 2022, Indonesia Knowlegde Forum (IKF) X - 2021, Kamis (7/10). Pandu mencontohkan, di Amerika Serikat, saat ini, nilai kapitalisasi pasar perusahaan raksasa teknolo...