Langsung ke konten utama

Teman kita : Fikriyatul Falashifah


Ramadan, refleksi untuk terus berbagi dan berkarya

     Ramadhan, bagi Fikriyatul Falashifah, mahasiswi IPB yang satu ini ibarat sebuah lonceng. “Mengingatkan yang lupa, membangunkan yang tidur. Lupa kalau kita hidup berdampingan dengan manusia di sekitar kita, dan ada hak orang lain dalam harta yang kita miliki.” Ujar mahasiswi Fakultas MIPA yang akrab disapa Fiki ini, juga aktif di Forces (Forum for Scientific Studies), yang merupakan salah satu (Unit Kegiatan Mahasiswa) keilmiahan di IPB. Menurutnya, ramadhan juga menyadarkan akan indahnya berbagi melalui zakat. Ramadan, membangunkan sendi-sendi iman yang tertidur, mengukuhkan kembali dengan berpuasa, tadarus, tarawih, silaturahmi.

   Sebagai bulan yang memang istimewa dari bulan sebelumnya, Ramadan juga menjadi bulan yang menyimpan beragam pengalaman yang unik lho. Fiki misalnya, bercerita ketika Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) IPB 48, puncak event-nya di bulan ramadhan, sebagai divisi acara, dia merasa tidak menyangka, di bulan puasa seperti itu, peserta yang ikut justru membludak, sekitar 80% dari total mahasiswa baru mengikutinya dan menjadi rekor peserta MPKMB terbanyak.

  “Awalnya sempat hopeless para panitianya. Kerja keras banget deh. Tapi kami sukses, melalui humas, kami juga mendatangkan Menteri Pertanian, Suswono dalam satu sesi.” ujar mahasiswi Meterologi Terapan semester empat ini.

      Puncaknya, ketika buka bersama panitia dan sekitar 2000an peserta. Benar-benar menguras tenaga, tapi hasilnya maksimal. Alhamdulillah, Sujud syukur kami semua. Kerja keras kami tidak sia-sia. Terbukti, selain di kegiatan MPKMB, Forces juga mengadakan workshop Bayer Young Environtmental Envoy (BYEE), Pekan Ilmiah Pertanian Indonesia (PIMPI), Sekolah Forces (SF), Pesta Sains Nasional (PSN) juga Scientia, community development Forces.

     Nah, Sobat GS tentunya banyak pengalaman yang menarik ketika Ramadan, juga hikmah yang dapat dipetik. Beragam cara mengisinya, dapat kita lakukan dengan cara yang positif, seperti Fiki, misalnya yang biasa mengisi waktu luang dengan Travelling. Atau, bagi yang senang dengan dunia kuliner, bisa mencoba searching mengenai menu masakan terbaru. Mari sobat GS, kita isi Ramadan kali ini, dengan beragam aktivitas, yang menyenangkan.

      Berkah puasa di bulan Ramadhan, secara kontinyu juga membuat hidup lebih menjadi lebih teratur, pola makan yang terjaga, dan beribadah sepenuh jiwa memenuhi panggilan-Nya yang mulia. Dan, sosialiasi akan tetap terjaga. Ramadan senantiasa menjadi pengingat bagi kita, mari  petik beragam hikmah didalamnya.

[Rep. GS. Syahrizal Sidik/MAN 2 Bogor/Jc]
Gerbang Sekolah, Radar Bogor. Senin 30 Juli 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Investasi ala Warren Buffet

     Ilustrasi: Pexels  Belasan siswa SMA di Omaha, Nebraska duduk tertegun di ruang kelas mendengarkan Warren Buffet bertutur soal rahasianya menjadi miliuner dunia dari trading saham. Dialog Warren Buffet dan belasan siswa itu berlangsung santai dan kadang jenaka, sebagaimana digambarkan dalam film dokumenter Becoming Warren Buffet besutan sutradara Peter Kunhardt. "Never depend on single income, make investment to create a second source ," kalimat ini yang selalu didengungkan Buffet. Bahwa, investasi memang diharuskan, agar kita tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan. Tentu, kita tidak harus seperti Buffet, yang mendirikan Berkshire Hathaway dan menjadi orang kaya sedunia versi Forbes dengan kekayaan menembus US$84 miliar atau sekitar Rp1.176 triliun (asumsi dolar AS Rp14.000). Tapi pesan pentingnya adalah bagaimana memulai investasi sedini mungkin, utamanya bagi generasi milenial (lahir tahun 1980-2000, usia saat ini 19-39 tahun). ...

Sektor New Economy, Sumber Baru Penopang Pasar Modal RI

      Ilustrasi: E-commerce akan menjadi penopang bursa saham domestik ke depan (Pexels).  Saham-saham di sektor ekonomi baru ( new economy ), diyakini akan menjadi penopang utama pasar modal pada tahun mendatang dan menggantikan saham   old economy. Apalagi, masa pandemi Covid-19 yang berimbas pada seluruh bisnis akibat pembatasan aktivitas masyarakat kian mempercepat bertumbuhnya sektor ekonomi baru seperti teknologi dan  e-commerce. Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir, menilai, sektor ekonomi baru mengalami perubahan lima tahun lebih cepat dari yang seharusnya. "Yang menarik dari sisi sektor teknologi berkembang sangat cepat, bagaimana teknologi membuat individu, masyarakat menjadi lebih produktif dan beradaptasi," kata Pandu dalam diskusi bertajuk Investment Trends for 2022, Indonesia Knowlegde Forum (IKF) X - 2021, Kamis (7/10). Pandu mencontohkan, di Amerika Serikat, saat ini, nilai kapitalisasi pasar perusahaan raksasa teknolo...

Gede Andika: Pemantik Inspirasi Gerakan Literasi Bali

      Aktivitas belajar mengajar di Desa Pemutran, Bali. (Dokumentasi: KREDIBALI).  Oleh: Syahrizal Sidik PERISTIWA itu masih membekas dalam ingatan. Gede Andika, pemuda asli Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali terenyuh melihat kondisi pendidikan di kampung halamannya. Bali, yang kita kenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, nyatanya masih menyisakan banyak persoalan di dunia pendidikan, terutama di perdesaan saat pandemi Covid-19 menghantam. “Masih ada murid-murid saya yang datang ke sekolah berjalan kaki sejauh 7 kilometer, karena tidak ada payung, mereka pakai pelepah pisang. Bawa snack jagung dan air 1,5 liter, tidak bawa uang sama sekali. Itu masih ada di Bali,” kisah Gede Andika, pendiri Kreasi Edukasi Bahasa dan Literasi Lingkungan. Kisah yang dialaminya sewaktu mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa di Bali Utara itulah yang menjadi bekal Gede Andika terus berbuat sesuatu yang bisa berdampak bagi tempat tinggalnya, yakni Desa Pemuteran...