Langsung ke konten utama

Postingan

Gie: Kenangan, Keberanian dan Romantisisme yang Tak Kunjung Selesai

Image taken from here Mengenang Gie dalam Puisi "Tomorrow is another day, the day of struggle for a better life."   —Soe Hok Gie Pernahkah kita terdiam sejenak pada setiap keterasingan? Merasakan di tengah tengah kita, tentang keadaan yang tak pernah kita inginkan. Sesuatu yang menjauh dari harapan dan bayangan kita. Tentang segala sesuatu yang melesat dan tiba-tiba jatuh, seseorang yang membuat kita bercermin tentang hitam putih masa lalu. Lalu, adakah yang lebih diam dari keheningan? Meresapi setiap relung kesunyian, pada kesetiaan dingin batu, pada alam yang berkisah tentang keluh kesah, pada alam yang bercerita. : tentang keindahan Kata-kata yang mengalir bersahaja, menyatu, bersama gelisah orang-orang berwajah resah, tentang nasib mereka yang tertindas dan dilumpuhkan kekuasaan, tentang keindahan cinta yang pelan-pelan, dilukiskannya dalam kanvas kesederhanaan. Ada gejolak yang menentangnya, untuk berani tanpa rasa takut, melawan ke...

Osebi dan Sejumlah Cerita

       Para Finalis Osebi 2013 berfoto bersama  “Imagination more important than knowledge”           —Albert Einstein Sekapur Sirih Tulisan ini, bercerita tentang pengalaman saya ketika mengikuti event Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) 2013, tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, pada 2-3 Mei 2013, di Jakarta. Semoga, ada hal yang bisa menginspirasi kita semua. Ganbatte! Pada Mulanya adalah Sebuah Brosur YA! Saya mengawali tulisan ini dengan sebuah brosur. Karena, melalui benda yang satu inilah saya bisa ikutan lomba ini. Begini ceritanya… Seorang perempuan, adik kelas saya, Tiara Fitri Maghfira namanya, pada suatu hari di ruang baca Perpustakaan MAN 2 Bogor, memberi saya kabar bahagia. Setelah kepulangannya menjadi finalis di ajang yang cukup bergengsi, yaitu Indonesian Sains Project Olimpiad (iSPO) 2013, beberapa waktu lalu di ...

Upside Down

Images taken from designcollector.net UPSIDE DOWN “Cinta yang agung mampu menaklukan gravitasi.”   —Adam Kirk Siang itu, Senin (10/6) di tengah teriknya cuaca, saya menyempatkan diri menonton sebuah film yang berjudul Upside Down . Hm, sebetulnya sudah lama saya mau nonton film ini, kebetulan waktu release filmnya di bioskop gak lama setelah sekuel Perahu Kertas 2 karya Hanung Bramantyo. Penasaran dengan film yang satu ini, akhirnya, ada teman yang berbaik hati berbagi film ini. Wuiih senangnya… :) Guys, film ini kalau menurut saya salah satu film bergenre science fiction yang recommended buat kalian para penyuka film. Film karya Juan Solanas ini, juga merupakan film yang diikutsertakan dalam Cannes Award, sebuah festival bagi penghargaan film internasional. Di bawah naungan Les Films Upside Down Inc, beberapa aktor kenamaan Hollywood pun turut membintanginya. Film ini, menceritakan tentang dua insan yang secara tidak sengaja bertemu, dan mereka tiba-tib...

Rendezvous

image taken from Tumblr Syahrizal Sidik KEHENINGAN Keheningan terkadang menjadi teman terbaik, saat kau mencoba untuk bersama tapi tak ada. Saat kau mencoba untuk kembali, kadang tak bertepi. Keheningan, adalah ruang waktu yang tak jemu untuk ditunggu. Dalam diam, ada yang membawamu –membuka tabir mimpi – yang dibawa ribuan kunang-kunang menjelma matahari di matamu. Menjadi labirin-labirin yang mahasunyi, menemukanmu di kedalaman mimpi-mimpimu. Dalam lelap, ribuan malaikat kecil itu hinggap, dalam harap-harap yang akan kita bawa, pada setiap detak yang menunggu pagi. Dan apalagi kah yang akan kita bawa pada mimpi? 2013 DUA MATA Pada retina, kita lah jarak yang memandang langit-langit dari matamu, dari mataku. Dari mata hujan yang selalu cemburu.   Membias dalam ruang-ruang pandang, melepas bebas di antara bait-bait yang kuterka dari matamu. Akulah aquauous humor, yang tiba-tiba melompat menuju matamu. Menemukanmu. Pada titik yang menemukan aku...