Langsung ke konten utama

Postingan

Bogor Street Festival 2014

   Mengarak sang liong pada pesta rakyat Cap Go Meh 2014, Bogor Street Festival di sepanjang jalan Suryakencana, pada Jumat (14/2). /Foto-foto: Hendra Karta Kusumah   CAP GO MEH 2014: BOGOR STREET FESTIVAL AJANG BUDAYA PEMERSATU BANGSA Pergelaran pesta rakyat, pada festival Cap Go Meh 2014 di Bogor di sepanjang Jalan Suryakencana sampai dengan Jalan Siliwangi Jumat (14/2) berlangsung sangat meriah. Ribuan masyarakat Bogor, turis mancanegara, para awak media, dan tamu undangan tumpah ruah mengikuti pesta rakyat terbesar se Asia Tenggara ini. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Direkorat Jenderal Kementerian Parisiwisata dan Ekonomi Kreatif, Ahman Syah yang   juga dihadiri oleh budayawan Bogor, pejabat pemerintahan, dan tokoh agama. Ini merupakan kegiatan tahunan di kota Bogor yang terdiri dari pawai budaya, karnaval, penampilan berbagai komunitas sampai iring-iringan barongsai, yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB dan berakhir pada pukul 24.00...

Puisi dan Ketulusan Hati

Gambar diunduh di sini    Berhentilah menulis kalau kau tak rela hidupmu Jadi sajen di candi yang tak dikenal Menulislah kalau kau yakin sajakmu menjadi sepi : Keheningan pertapa saat roh memandang dirinya.                                                                                    —Saini KM, Penyair PUISI ibarat lukisan dalam bahasa. Begitulah seperti yang dikatakan Pramoedya Ananta Toer. Menyelami puisi adakalanya harus menghadapi keadaan yang tidak pernah kita bayangkan. Sesuatu yang di luar batas dan kadang-kadang di luar logika kita sebagai...

Badai dalam Gelap

Gambar diunduh di sini ( Sebuah Catatan film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck )   Oleh : Syahrizal Sidik HIDUP tidak selamanya linier. Begitulah kita menyimpulkan sebuah aforisma yang tidak lagi asing dalam ingatan. Terkadang kita akan tertawa di saat perih yang menyanyat hati, atau akan tersenyum saat kita saat terpuruk dalam kesendirian yang paling sunyi. Mungkin kita sering mengalami itu. Sebuah ruang hampa yang karib, kadangkala samar-samar, di saat separuh jiwamu sadar bahwa semua yang terjadi adalah pertentangan demi pertentangan. Barangkali Pram benar, bahwa scripta manent verba volant itu nyata . Segala diorama antara kita hanya akan luruh dalam hitungan detik, bahkan nafas. Mereka yang hanya ingin dekat saat butuh dan mungkin hanya formalitas saja. Tapi kata tidak pernah jatuh dua kali. Sekali ia terucap maka tajam ia menancap. Belakangan ini aku menonton Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck sebuah film karya HAMKA. Seorang pujangga yang terkenal pada masa...