Langsung ke konten utama

Sebuah tulisan, Radar Bogor Senin 27 Februari 2012







Pentingnya Meneladani Rasulullah

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bukanlah sesuatu yang baru, bahkan sudah menjadi tradisi bagi tiap-tiap umat muslim yang memperingatinya, begitu juga MAN 2 Kota Bogor yang melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Plaza Masjid Raya Bogor, Sabtu (18/2). Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini menggagas tema “Cintaku pada Rasul, Bukanlah Cinta pada Valentine” yang dimotori oleh OSIS MAN 2 Kota Bogor. Akbar yang juga ketua pelaksana Maulid Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa Maulid Nabi bukan hanya menjadi peringatan  semata, tetapi harus meneladani sikap, akhlak, dan kepribadian pada Rasulullah.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 itu dihadiri oleh seluruh elemen madrasah, dari mulai siswa dan siswi kelas X sampai kelas XII, Dewan Guru, pegawai,  Wakil Kepala Bidang, dan juga Kepala Madrasah. Diawali dengan pembacaan shalawat yang dibawakan oleh perwakilan siswa kelas XII Agama, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Rahmat Abdullah (XI Agama) dan Mullasadra(XI IPA 2) Terlebih, dalam hal ini pengaktualisasian akhlakhul karimah dalam lingkungan madrasah, seperti yang dicontohkan oleh kepribadian Rasulullah SAW. Sebagaimana  sabda Rasulullah SAW “ Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik adalah sesuatu yang paling banyak membawa manusia kedalam surga” (HR. Tirmidzi). Jika dicermati, maulid artinya  adalah peringatan terhadap lahirnya Rasulullah SAW, yang perrayaannnya jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal pada penanggalan hijriah.

 Bukan hanya diperingati, momentum Maulid Nabi harusnya meberikan refleksi pada setiap umat muslim untuk peningkatan menuju akhlak yang mulia, karena saat ini budaya sekuler dan hedonisme seperti Valentine justru semakin digandrungi oleh kaum muda. Dengan akhlak yang baik, terlebih kepada setiap siswa dan siswi madrasah untuk tidak terpengaruh terhadap budaya-budaya seperti itu

“ Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, memang tidak ada dalam syariat. Tetapi wajib bagi kita untuk meneladani akhlak yang tertuang dalam diri Rasulullah untuk kita implementasikan dalam kehidupan umat muslim” ujar Drs. H Hawasi M.Pd.I selaku kepala MAN 2 Kota Bogor di sela-sela sambutannya. Beluai juga berpesan kepada seluruh siswa dan siswi MAN 2 Kota Bogor untuk tidak terpengaruh terhadap kebudayaan sekuler seperti Valentine, karena hal Valentine’s Day merupakan ritual kebudayaan Nasrani yang menyatakan Hari Kasih Sayang. Namun, nyatanya impilkiasinya berbanding terbalik, hari kasih sayang sedunia atau Valentine justru menjurus terhadap kemaksiatan. Tentunya, hal ini sudah sangat bertentangan dengan nilai-nilai islam.

Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan pidato 4 bahasa yang masing-masing dibawakan oleh Ulfah Nurvida (Bahasa Arab), Ziyad Muharam (Bahasa Inggris), Dhani Alif Prakoso(Bahasa Perancis) dan Windi Hamdani yang membawakan pidato bahasa sunda sebagai penutup. Kemudian pembacaan puitisasi Al-Qur’an yang dibawakan oleh Siti Syifa Fauziah kelas X 9.Sementara acara  intinya diisi oelh Tausyiah yang disampaikan oleh Ali Nurdin, mubaligh yang juga merupakan guru di MAN Jonggol. Dengan demikian, peringatan mauled nabi Muhammad SAW seharusnya tidak hanya menjadi momentum ritual saja, tetapi harus di aplikasikan atau diwujudkan dalam aktivitas yang nyata di kehidupan.

[Syahrizal Sidik]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Investasi ala Warren Buffet

     Ilustrasi: Pexels  Belasan siswa SMA di Omaha, Nebraska duduk tertegun di ruang kelas mendengarkan Warren Buffet bertutur soal rahasianya menjadi miliuner dunia dari trading saham. Dialog Warren Buffet dan belasan siswa itu berlangsung santai dan kadang jenaka, sebagaimana digambarkan dalam film dokumenter Becoming Warren Buffet besutan sutradara Peter Kunhardt. "Never depend on single income, make investment to create a second source ," kalimat ini yang selalu didengungkan Buffet. Bahwa, investasi memang diharuskan, agar kita tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan. Tentu, kita tidak harus seperti Buffet, yang mendirikan Berkshire Hathaway dan menjadi orang kaya sedunia versi Forbes dengan kekayaan menembus US$84 miliar atau sekitar Rp1.176 triliun (asumsi dolar AS Rp14.000). Tapi pesan pentingnya adalah bagaimana memulai investasi sedini mungkin, utamanya bagi generasi milenial (lahir tahun 1980-2000, usia saat ini 19-39 tahun). ...

Sektor New Economy, Sumber Baru Penopang Pasar Modal RI

      Ilustrasi: E-commerce akan menjadi penopang bursa saham domestik ke depan (Pexels).  Saham-saham di sektor ekonomi baru ( new economy ), diyakini akan menjadi penopang utama pasar modal pada tahun mendatang dan menggantikan saham   old economy. Apalagi, masa pandemi Covid-19 yang berimbas pada seluruh bisnis akibat pembatasan aktivitas masyarakat kian mempercepat bertumbuhnya sektor ekonomi baru seperti teknologi dan  e-commerce. Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir, menilai, sektor ekonomi baru mengalami perubahan lima tahun lebih cepat dari yang seharusnya. "Yang menarik dari sisi sektor teknologi berkembang sangat cepat, bagaimana teknologi membuat individu, masyarakat menjadi lebih produktif dan beradaptasi," kata Pandu dalam diskusi bertajuk Investment Trends for 2022, Indonesia Knowlegde Forum (IKF) X - 2021, Kamis (7/10). Pandu mencontohkan, di Amerika Serikat, saat ini, nilai kapitalisasi pasar perusahaan raksasa teknolo...

Gede Andika: Pemantik Inspirasi Gerakan Literasi Bali

      Aktivitas belajar mengajar di Desa Pemutran, Bali. (Dokumentasi: KREDIBALI).  Oleh: Syahrizal Sidik PERISTIWA itu masih membekas dalam ingatan. Gede Andika, pemuda asli Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali terenyuh melihat kondisi pendidikan di kampung halamannya. Bali, yang kita kenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, nyatanya masih menyisakan banyak persoalan di dunia pendidikan, terutama di perdesaan saat pandemi Covid-19 menghantam. “Masih ada murid-murid saya yang datang ke sekolah berjalan kaki sejauh 7 kilometer, karena tidak ada payung, mereka pakai pelepah pisang. Bawa snack jagung dan air 1,5 liter, tidak bawa uang sama sekali. Itu masih ada di Bali,” kisah Gede Andika, pendiri Kreasi Edukasi Bahasa dan Literasi Lingkungan. Kisah yang dialaminya sewaktu mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa di Bali Utara itulah yang menjadi bekal Gede Andika terus berbuat sesuatu yang bisa berdampak bagi tempat tinggalnya, yakni Desa Pemuteran...